PADANG – Sumatera Barat kembali memperkuat posisinya sebagai kiblat literasi pariwisata ramah muslim di Indonesia. Pekan lalu, Sekretariat DPD Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI) Sumatera Barat menerima kunjungan dua peneliti dari jenjang pendidikan berbeda—Magister (S2) dan Doktoral (S3). Penelitian ini yang secara khusus menjadikan organisasi ini sebagai narasumber utama terkait tema Pariwisata Halal Berkelanjutan di Sumatera Barat.
Kunjungan ini menegaskan bahwa PPHI Sumbar telah menjadi rujukan strategis yang diakui secara akademis. Hal ini dikarenakan adanya penelitian mulai dari level analisis mendalam (S2) hingga pengembangan teori dan kebijakan baru (S3) di sektor pariwisata.
Sinergi Akademis: Dari Tesis hingga Disertasi
Hadirnya peneliti lintas jenjang ini menunjukkan bahwa isu pariwisata halal di Sumatera Barat memiliki dimensi yang sangat luas untuk dikaji. Peneliti Magister (S2) memfokuskan kajian pada implementasi praktis dan strategi pengembangan. Sementara peneliti Doktoral (S3) mendalami kerangka filosofis serta keberlanjutan kebijakan pariwisata halal dalam jangka panjang.
PPHI DPD Sumbar menyambut terbuka kedua peneliti tersebut dengan memberikan pandangan komprehensif mengenai tiga pilar keberlanjutan di Ranah Minang:
- Keberlanjutan Budaya (Cultural Sustainability): Bagaimana filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah menjadi pondasi kokoh bagi pelayanan wisata tanpa kehilangan identitas lokal.
- Keberlanjutan Ekonomi: Peran strategis sektor perhotelan, restoran, dan UMKM dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang mandiri melalui sertifikasi halal.
- Keberlanjutan Lingkungan: Mendorong destinasi unggulan di 19 kabupaten/kota untuk menerapkan standar kenyamanan dan kebersihan yang selaras dengan nilai-nilai islami.
PPHI Sumbar Sebagai Narasumber Ahli
Sebagai rujukan utama bagi para peneliti, pengurus PPHI Sumbar menekankan bahwa pariwisata halal bukan sekadar label, melainkan sebuah standar kualitas pelayanan (service excellence) yang harus terus diinovasi melalui digitalisasi dan penguatan SDM.
“Kami merasa bangga PPHI Sumbar menjadi rujukan bagi kawan-kawan akademisi, baik untuk level Tesis maupun Disertasi. Sinergi antara praktisi dan peneliti ini sangat penting. Data dari kami di lapangan akan diolah secara ilmiah oleh mereka, dan hasilnya tentu menjadi masukan berharga bagi arah kebijakan pariwisata Sumatera Barat ke depan,” ujar perwakilan pengurus PPHI DPD Sumbar – Mazri Tanjung .
Kontribusi Nyata untuk Dunia Pendidikan
Keterbukaan PPHI DPD Sumatera Barat terhadap para peneliti ini membuktikan komitmen organisasi dalam membangun Halal Tourism Knowledge Hub. Dengan dukungan data yang valid dari rujukan terpercaya seperti PPHI, diharapkan hasil penelitian ini mampu melahirkan solusi konkret bagi tantangan industri pariwisata di masa depan.
Pertemuan ini mempertegas peran PPHI DPD Sumbar sebagai mitra strategis pemerintah dan akademisi dalam mengawal keberlanjutan pariwisata halal. Hal ini agar Sumatera Barat tetap kompetitif dan menjadi destinasi impian bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Baca juga rujukan Overview Halal – Muslim Friendly Tourism for Wonderful West Sumatera